BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Bolehkah Aku Membeli Waktu Papa 1 jam saja ?

Kamis, 26 Januari 2012

Beberapa hari lalu aku membaca satu cerita yang sangat menyentuh nurani bagiku, silahkan simak cerita dibawah ini dan resapi makna dan isinya, sungguh bisa menjadi bahan pelajaran bagi para orang tuanya terhadap pentingnya kasih sayang dan waktu untuk keluarga .

Pada suatu hari, seorang Ayah pulang dari bekerja pukul 21.00 malam. Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu sangat melelahkan baginya. Sesampainya dirumah ia mendapati anaknya yang berusia 8 tahun yang duduk di kelas 2 SD sudah menunggunya di depan pintu rumah. Sepertinya ia sudah menunggu lama.”Kok belum tidur?” sapa sang Ayah pada anaknya.
Biasanya si anak sudah lelap ketika ia pulang kerja, dan baru bangun ketika ia akan bersiap berangkat ke kantor di pagi hari.”Aku menunggu Papa pulang , karena aku mau tanya berapa sih gaji Papa?”"Lho,tumben, kok nanya gaji Papa segala? Kamu mau minta uang lagi ya?”"Ah, nggak pa, aku sekedar..pengin tahu aja…”"Oke, kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp.400.000. setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi gaji Papa satu bulan berapa, hayo?!”Si anak kemudian berlari mengambil kertas dari meja belajar sementara Ayahnya melepas sepatu dan mengambil minuman.
Ketika sang Ayah ke kamar untuk berganti pakaian, sang anak mengikutinya.”jadi kalau satu hari Papa dibayar Rp 400.000 utuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp 40.000 dong!”"Kamu pinter, sekarang tidur ya..sudah malam!” tapi sang anak tidak mau beranjak.”Papa, aku boleh pinjam uang Rp 10.000 nggak?”"Sudah malam nak, buat apa minta uang malam-malam begini. Sudah, besok pagi saja. Sekarang kamu tidur…”"Tapi papa…”"Sudah, sekarang tidur…” suara sang Ayah mulai meninggi.Anak kecil itu berbalik menuju kamarnya.
Sang Ayah tampak menyesali ucapannya. Tak lama kemudian ia menghampiri anaknya di kamar. Anak itu sedang-terisak-isak sambil memegang uang Rp 30.000.Sambil mengelus kepala sang anak, Papanya berkata”Maafin Papa ya! kenapa kamu minta uang malam-malam begini..besok kan masih bisa. Jangankan Rp.10.000, lebih dari itu juga boleh. Kamu mau pakai buat beli mainan khan?….”"Papa, aku ngga minta uang. Aku pinjam…nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajanku.”"Iya..iya..tapi buat apa??” Tanya sang Papa.”
Aku menunggu Papa pulang hari ini dari jam 8. aku mau ajak Papa main ular tangga. Satu jam saja pa, aku mohon. Mama sering bilang, kalau waktu Papa itu sangat berharga. Jadi aku mau beli waktu Papa. Aku buka tabunganku, tapi cuma ada uang Rp 10.000. tapi Papa bilang, untuk satu jam Papa dibayar Rp 40.000.. karena uang tabunganku hanya Rp.30.000,- dan itu tidak cukup, aku mau pinjam Rp 10.000 dari Papa…”Sang Papa cuma terdiam.
Ia kehilangan kata-kata. Ia pun memeluk erat anak kecil itu sambil menangisMendengar perkataan anaknya, sang Papa langsung terdiam, ia seketika terenyuh, kehilangan kata-kata dan menangis.. ia lalu segera merangkul sang anak yang disayanginya itu sambil menangis dan minta maaf pada sang anak..”Maafkan Papa sayang…” ujar sang Papa.”Papa telah khilaf, selama ini Papa lupa untuk apa Papa bekerja keras…maafkan Papa anakku…” kata sang Papa ditengah suara tangisnya. Si anak hanya diam membisu dalam dekapan sang Papa…
APA YANG ANDA PETIK DARI CERITA DIATAS? :'(

wkwk anak gaul jangan diliat!! :D

Selasa, 24 Januari 2012

Apa kabar ceman-ceman gauuulku:) kembali lagi dengan aku Danis si gaul. posting apakah ini? huahaha ini tugas video TIK tahun kemaren wkwk coba liat deh aksi gaya ceman gaulku apa lagi yang tengah._.HAHA
penasaran bukan? liatlah gaya kami *yaAllahgayaku hiiih -_- petakilan 

Minggu, 22 Januari 2012

Kasih sayang seorang ibu :')

Whoaah… bicara soal mom selalu bikin gue terharu. Gue tuh tadinya mau bikin cerita yang temanya ‘mom’, terus survei bahan tulisan gitu, eh malah dapat beberapa cerita mengharukan seperti di bawah ini, cerita blum jadi dibikin, malah nangis dulu bentar, heuheu…. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat.

~ Taiwan  (true story) ~

Kejadian ini terjadi di sebuah kota kecil di Taiwan, dan sempat dipublikasikan lewat media cetak dan electronik. Ada seorang pemuda bernama A be (bukan nama sebenarnya). Dia anak yang cerdas, rajin dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat cewe2 yang kenal dia. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan swasta, dia sudah di promosikan ke posisi manager. Gaji-nya pun lumayan. Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor. Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman2 kantor senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan cewe2 jomblo. Bahkan putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus pada A be. Dirumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit dibagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini betul2 seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya kalau tidak ada keperluan penting. Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung A Be. Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan pekerjaan rutin layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, memasak, mencuci dan lain-lain. Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada anak satu2-nya A be. Namun A be adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain. Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya. Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. “Dia tidak punya saudara, jadi saya tampung, kasihan. ” jawab A be. Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh sang Ibu. Tentu saja Ibunya sedih sekali. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya. Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah. Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat bangun dari ranjang. A be mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali). Hal ini membuat A be jadi BT (bad temper) dan uring-uringan di rumah. Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari Ibunya, A be melihat sebuah box kecil. Di dalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan A be. Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah. Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun. Walau sudah usang, A be cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu. Dia adalah Ibu kandung A be. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya. Spontan air mata A be menetes keluar tanpa bisa di bendung. Dengan menggenggam foto dan koran usang tersebut, A be langsung bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang Ibu-pun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. “Yang sudah, sudah nak, Ibu sudah maafkan. Jangan di ungkit lagi .” Setelah ibunya sembuh, A be bahkan berani membawa Ibunya belanja ke supermarket. Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, A be tetap acuh. Kemudian peristiwa ini menarik perhatian wartawan. Dan membawa kisah ini kedalam media cetak dan elektronik. Teman2 yang masih punya Ibu (Mama atau Mami) di rumah, biar bagaimanapun kondisinya, segera bersujud di hadapannya. Selagi masih ada waktu. Jangan sia-sia kan budi jasa ibu selama ini yang merawat dan membesarkan kita tanpa pamrih. kasih seorang ibu sungguh mulia.
~ Jepang  (legenda) ~

Konon pada jaman dahulu, di Jepang ada semacam kebiasaan untuk membuang orang lanjut usia ke hutan. Mereka yang sudah lemah tak berdaya dibawa ke tengah hutan yang lebat, dan selanjutnya tidak diketahui lagi nasibnya. Alkisah ada seorang anak yang membawa orang tuanya (seorang wanita tua) ke hutan untuk dibuang. Ibu ini sudah sangat tua, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Si anak laki-laki ini menggendong ibu ini sampai ke tengah hutan. Selama dalam perjalanan, si ibu mematahkan ranting-ranting kecil. Setelah sampai di tengah hutan, si anak menurunkan ibu ini.
“Bu, kita! sudah sampai” kata si anak. Ada perasaan sedih di hati si anak. Entah kenapa dia tega melakukannya. Si ibu , dengan tatapan penuh kasih berkata: ”Nak, Ibu sangat mengasihi dan mencintaimu. Sejak kamu kecil, Ibu memberikan semua kasih sayang dan cinta yang ibu miliki dengan tulus. Dan sampai detik ini pun kasih sayang dan cinta itu tidak berkurang.
Nak, Ibu tidak ingin kamu nanti pulang tersesat dan mendapat celaka di jalan. Makanya ibu tadi mematahkan ranting-ranting pohon, agar bisa kamu jadikan petunjuk jalan”. Demi mendengar kata-kata ibunya tadi, hancurlah hati si anak. Dia peluk ibunya erat-erat sambil menangis. Dia membawa kembali ibunya pulang, dan merawatnya dengan baik sampai ibunya meninggal dunia.

~ Jepang (true story) ~

Setelah peristiwa gempa besar yang terjadi di Jepang mereda, tim penyelamat mulai bekerja untuk membersihkan reruntuhan dan mencari apakah ada korban yang selamat dari musibah besar ini. Ketika mereka tiba di reruntuhan rumah, mereka melihat seorang wanita muda, mereka melihat sosok wanita ini melalui celah-celah reruntuhan. Tapi pose wanita muda ini sangat aneh, ia terlihat seperti sedang berlutut dan menyembah. Tubuhnya condong ke depan, dan dua tangannya seperti sedang memegang suatu benda. Sangat jelas terlihat bahwa reruntuhan rumah itu jatuh ke punggung dan kepalanya.

Ketika melihat hal tersebut, pemimpin tim penyelamat berusaha menyentuh tubuh wanita muda itu melalui celah sempit di dinding. Dia berharap bahwa wanita ini masih hidup. Namun, ketika tangannya menyentuh tubuh tersebut, tubuh itu dingin dan kaku menandakan bahwa wanita itu sudah meninggal dunia.
Akhirnya mereka meninggalkan rumah tersebut dan mencari reruntuhan lain untuk memastikan apakah masih ada yang selamat dari bencana. Tapi entah kenapa, sang pemimpin regu penyelamat tiba-tiba ingin kembali ke rumah tersebut. Sepertinya ada suatu kekuatan yang menariknya untuk kembali ke reruntuhan tadi. Sekali lagi, dia berlutut dan berusaha mencapai tubuh wanita tersebut untuk melihat apa yang ada di balik tubuh wanita tersebut. Tiba-tiba ia berteriak dengan amat gembira, “Ah! Ada seorang anak!”
Seketika itu juga seluruh tim bekerja sama, dengan sangat hati-hati mereka mengangkat satu-persatu tumpukan benda-benda yang ada di sekitar jasad wanita tersebut. Ternyata ada seorang anak kecil berusia sekitar 3 bulan dalam selimut bunga di bawah mayat wanita tersebut. Jelas, wanita itu sudah mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan anaknya. Ketika bangunan rumah mulai runtuh, ia menggunakan tubuhnya sebagai penutup untuk melindungi anaknya. Anak tersebut masih tidur pulas ketika pemimpin tim penyelamat mengangkatnya.
Dokter medis segera datang untuk memeriksa kondisi anak kecil tersebut. Setelah ia membuka selimut, ia melihat sebuah ponsel di dalam selimut. Ada pesan teks pada layar tersebut, “Jika Anda dapat bertahan hidup, Anda harus ingat bahwa aku mengasihi engkau.” Segera saja ponsel itu berpindah dari satu tangan ke tangan lain. Setiap orang yang membaca pesan tersebut menangis. “Jika Anda dapat bertahan hidup, Anda harus ingat bahwa aku mencintaimu.” Itu adalah pesan terakhir sang ibu untuk anaknya.

~ Amerika (true story) ~

Susan Dibene akhirnya menghembuskan nafas terkhirnya. Ia berkorban untuk anaknya agar selamat dari sambaran kereta api yang melintas.
Kejadian ini bermula saat kereta dorong yang mengangkut bayi Susan (yang baru berusia dua tahun) tersangkut di rel kereta. Di saat-saat terakhir, Susan berhasil melepaskan kereta dorong yang tersangkut dan mendorong kereta itu keluar rel. Naas, Susan tidak memiliki cukup waktu untuk menyelamatkan diri dan akhirnya ditabrak oleh kereta commuter Metrolink yang melintas.
Polisi mengatakan, Susan terburu-buru melintasi rel kereta api meski palang pintu kereta telah turun. “Dia tidak berhasil (menyelamatkan diri),” ujar pihak kepolisian Riverside, Sersan Dan Warren. “Bayinya baik-baik saja, tetapi ia (Susan Dibene) tertabrak.” Sersan Kendall Bank menambahkan, Susan tetap melintasi rel meski palang pintu telah turun dan lampu menyala. “Kereta dorong terjebak dan dia tidak berhasil (meloloskan diri),” kata Bank.
Suami Susan, Paul mengungkapkan, emosinya bercampur aduk. Di satu sisi, ia kehilangan ibu dari anaknya. Di sisi lain, istrinya telah mengorbankan nyawanya. “Dia memberikan hidupnya untuk menyelamatkan anaknya. Kepanikan dan ketakutan bisa membuat Anda terdiam. Kecelakaan itu bisa saja merenggut keduanya,” ujar Paul. Pasca kecelakaan, bayi berusia dua tahun tersebut dirawat di rumah sakit setempat dan diasuh sang nenek. Sementara itu polisi dan pejabat kereta api terus menyelidiki kecelakaan tersebut.
~ Oklahoma  (true story) ~
Ibu mana yang tidak sayang pada buah hatinya? seorang ibu bernama Stacie Crimm rela memilih dirinya tidak menjalani kemoterapi agar bisa menyelamatkan bayinya, namun sayangnya dia meninggal 3 hari setelah memeluk bayinya. berikut kisah lengkapnya via detikhealth.
Selama bertahun-tahun Stacie Crimm mengira dirinya tidak subur karena sulit punya anak. Hingga akhirnya ia bisa hamil saat berusia 41 tahun. Namun selama hamil ia terkena kanker kepala dan leher stadium lanjut. Demi menyelamatkan nyawa sang bayi yang sangat diinginkannya Stacie menolak kemoterapi. Stacie tak ingin efek negatif kemoterapi berimbas ke bayi yang dikandungnya. Tapi akibat menolak kemoterapi, tubuhnya menjadi sangat lemah selama masa kehamilan.
Stacie merasakan ada kondisi yang serius di tubuhnya setelah beberapa minggu kehamilannya. Ia mulai merasakan kekhawatiran serius karena sering mengalami sakit kepala parah, penglihatan ganda dan juga tremor yang melanda setiap inci tubuhnya.
Akhirnya pada bulan Juli ia memeriksakan diri ke dokter dan hasil CT scan menunjukkan ia menderita kanker kepala dan leher stadium lanjut. Saat itu ia harus memutuskan untuk memilih antara hidupnya atau bayi yang dikandungnya. Dan ia menolak melakukan perawatan kemoterapi agar bayinya tetap hidup.
“Ia mulai menceritakan kekhawatirannya pada saya, ia bilang khawatir tentang bayi ini, tapi berharap bisa hidup cukup lama untuk memiliki bayi ini. Jika terjadi sesuatu padanya maka rawatlah anak ini,” ujar Ray Phillips, kakak Stacie seperti dikutip dari Dailymail.
Sebulan setelah didiagnosa kanker, pada 16 Agustus 2011, Stacie ambruk dan langsung dibawa ke OU Medical Center di Oklahoma City. Dokter mengatakan tumor telah membungkus sekitar batang otaknya. Dua hari kemudian detak jantung bayi yang dikandungnya mulai menurun dan jantung Stacie berhenti berdetak.
Dokter dan para perawat memutuskan untuk melakukan operasi caesar agar bisa menyelamatkan nyawa sang bayi. Stacie mampu bertahan 5 bulan sejak dinyatakan kanker sebelum akhirnya dipaksa untuk melahirkan bayinya secara prematur melalui caesar. Bayi itu diberi nama Dottie Mae yang memiliki berat 0,93 Kg.
Bayi Dottie Mae akhirnya selamat dilahirkan dengan berat badan lebih rendah dibandingkan rata-rata berat bayi lainnya sehingga harus ditempatkan ke ruang khusus perawatan intensif neonatal. Sedangkan Stacie yang kondisinya makin melemah harus dibawa ke ruang perawatan intensif lainnya.
“Suster mengatakan bahwa Stacie sedang sekarat, napasnya terengah-engah dan tubuhnya sedang melawan kematian,” ungkap Ray.
Stacie harus berjuang agar bisa tetap hidup dengan bantuan ventilator dan obat penenang selama beberapa hari. Saat itu masih ada harapan baginya untuk hidup. Namun kanker yang diderita telah membuat salah satu matanya makin sulit melihat dan menghancurkan otot.
Kanker itu juga telah melumpuhkan tenggorokannya sehingga jika ia berbicara, kata-katanya tidak bisa dimengerti. Tumornya juga telah menyebar ke otak yang membuat ia sering tidak sadar dan bahkan tidak mampu menandatangani akte kelahiran Dottie Mae.
Saat itu Stacie sangat lemah untuk bisa menemui bayinya di ruang perawatan khusus. Dan sang bayi pun terlalu lemah untuk dibawa ke ruang perawatan ibunya karena masih menggunakan alat-alat perawatan neonatal. Kedua kondisi ini tidak memungkinkan bagi keduanya untuk bertemu.
“Saya merasa tidak berdaya, saya ingin sekali membantunya dan melakukan apapun agar ia bisa bertemu dengan bayinya. Tapi mereka mengatakan tidak mungkin baginya untuk melihat sang buah hatinya,” ujar Ray.
Pada 8 September 2011, jantung Stacie berhenti bernapas tapi ia berhasil hidup kembali. Staf rumah sakit mengatakan pada keluarga bahwa ia sudah sangat dekat dengan kematian. Tapi Stacie belum sekalipun menatap mata biru bayi kecilnya dan mencium bayi yang berhasil diselamatkannya.
Hingga akhirnya perawat Agi Beo meminta tim medical centre’s neonatal transport untuk menggunakan perawatan bayi yang bisa dipindahkan agar bisa mendekatkan bayi Dottie ke ibunya. Kereta perawatan bayi Dottie kemudian dibawa ke ruangan ibunya dengan begitu jika dikeluarkan sebentar bayi Dottie bisa langsung dikembalikan ke kotak bayinya.
Ketika bayi Dottie didekatkan, mata Stacie terbuka dan ia mulai melihat sekitarnya untuk menemukan sang buah hati. Para perawat dengan segera meletakkan bayi Dottie di dada kanan ibunya. Keduanya saling menatap satu sama lain selama beberapa menit.
“Tidak ada yang mengatakan apa-apa pada saat itu. Saya bilang pada adikku bahwa ia telah melakukan suatu hal yang indah dan ini adalah momen yang sempurna,” ungkap Ray.
Setelah melihat dan menggendong bayinya, 3 hari kemudian Stacie meninggal dunia karena kondisinya memburuk. Saat ini bayi Dottie tinggal dengan Ray bersama istrinya Jennifer dan keempat anaknya di Oklahoma City.
Sungguh Kisah ini sangat menyentuh hati, betapa besar pengorbanan seorang ibu bagi anaknya, demi anaknya ibu ini rela meski harus kehilangan nyawanya.

~Singapore : kisah ini dimuat di sebuah surat kabar di singapore, sebuah feature, dalam rangka memperingati hari ibu, bahan perenungan yang baik untuk kita semua, judulnya : Aku Benci Ibuku. ~
Saat aku beranjak dewasa, aku mulai mengenal sedikit kehidupan yang menyenangkan, merasakan kebahagiaan memiliki wajah yang tampan, kebahagiaan memiliki banyak pengagum di sekolah, kebahagiaan karena kepintaranku yang dibanggakan banyak guru. Itulah aku, tapi satu yang harus aku tutupi, aku malu mempunyai seorang ibu yang BUTA! Matanya tidak ada satu. Aku sangat malu, benar-benar malu.
Aku sangat menginginkan kesempurnaan terletak padaku, tak ada satupun yang cacat dalam hidupku juga dalam keluargaku. Saat itu ayah yang menjadi tulang punggung kami sudah dipanggil terlebih dahulu oleh yang Maha Kuasa. Tinggallah aku anak semata wayang yang seharusnya menjadi tulang punggung pengganti ayah. Tapi semua itu tak kuhiraukan. Aku hanya mementingkan kebutuhan dan keperluanku saja. Sedang ibu bekerja membuat makanan untuk para karyawan di sebuah rumah jahit sederhana.
Pada suatu saat ibu datang ke sekolah untuk menjenguk keadaanku. Karena sudah beberapa hari aku tak pulang ke rumah dan tidak tidur di rumah. Karena rumah kumuh itu membuatku muak, membuatku kesempurnaan yang kumiliki manjadi cacat. Akan kuperoleh apapun untuk menggapai sebuah kesempurnaan itu.
Tepat di saat istirahat, Kulihat sosok wanita tua di pintu sekolah. Bajunya pun bersahaja rapih dan sopan. Itulah ibu ku yang mempunyai mata satu. Dan yang selalu membuat aku malu dan yang lebih memalukan lagi Ibu memanggilku. “Mau ngapain ibu ke sini? Ibu datang hanya untuk mempermalukan aku!” Bentakkan dariku membuat diri ibuku segera bergegas pergi. Dan itulah memang yang kuharapkan. Ibu pun bergegas keluar dari sekolahku. Karena kehadiranya itu aku benar-benar malu, sangat malu. Sampai beberapa temanku berkata dan menanyakan. “Hai, itu ibumu ya???, Ibumu matanya satu ya?” yang menjadikanku bagai disambar petir mendapat pertanyaan seperti itu.
Beberapa bulan kemudian aku lulus sekolah dan mendapat beasiswa di sebuah sekolah di luar negeri. Aku mendapatkan beasiswa yang ku incar dan kukejar agar aku bisa segera meninggalkan rumah kumuhku dan terutama meninggalkan ibuku yang membuatku malu. Ternyata aku berhasil mendapatkannya. Dengan bangga kubusungkan dada dan aku berangkat pergi tanpa memberi tahu Ibu karena bagiku itu tidak perlu. Aku hidup untuk diriku sendiri. Persetan dengan Ibuku. Seorang yang selalu mnghalangi kemajuanku.
Di Selolah itu, aku menjadi mahasiswa terpopuler karena kepintaran dan ketampananku. Aku telah sukses dan kemudian aku menikah dengan seorang gadis Indonesia dan menetap di Singapura.
Singkat cerita aku menjadi seorang yang sukses, sangat sukses. Tempat tinggalku sangat mewah, aku mempunyai seorang anak laki-laki berusia tiga tahun dan aku sangat menyayanginya. Bahkan aku rela mempertaruhkan nyawaku untuk putraku itu.
10 tahun aku menetap di Singapura, belajar dan membina rumah tangga dengan harmonis dan sama sekali aku tak pernah memikirkan nasib ibuku. Sedikit pun aku tak rindu padanya, aku tak mencemaskannya. Aku BAHAGIA dengan kehidupan ku sekarang.
Tapi pada suatu hari kehidupanku yang sempurna tersebut terusik, saat putraku sedang asyik bermain di depan pintu. Tiba-tiba datang seorang wanita tua renta dan sedikit kumuh menghampirinya. Dan kulihat dia adalah Ibuku, Ibuku datang ke Singapura. Entah untuk apa dan dari mana dia memperoleh ongkosnya. Dia datang menemuiku.
Seketika saja Ibuku ku usir. Dengan enteng aku mengatakan: “HEY, PERGILAH KAU PENGEMIS. KAU MEMBUAT ANAKKU TAKUT!” Dan tanpa membalas perkataan kasarku, Ibu lalu tersenyum, “MAAF.”
Tanpa merasa besalah, aku masuk ke dalam rumah.
Beberapa bulan kemudian datanglah sepucuk surat undangan reuni dari sekolah SMA ku. Aku pun datang untuk menghadirinya dan beralasan pada istriku bahwa aku akan dinas ke luar negeri.
Singkat cerita, tibalah aku di kota kelahiranku. Tak lama hanya ingin menghadiri pesta reuni dan sedikit menyombongkan diri yang sudah sukses ini. Berhasil aku membuat seluruh teman-temanku kagum pada diriku yang sekarang ini.
Selesai Reuni entah megapa aku ingin melihat keadaan rumahku sebelum pulang ke Sigapore. Tak tau perasaan apa yang membuatku melangkah untuk melihat rumah kumuh dan wanita tua itu. Sesampainya di depan rumah itu, tak ada perasaan sedih atau bersalah padaku, bahkan aku sendiri sebenarnya jijik melihatnya. Dengan rasa tidak berdosa, aku memasuki rumah itu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Ku lihat rumah ini begitu berantakan. Aku tak menemukan sosok wanita tua di dalam rumah itu, entahlah dia ke mana, tapi justru aku merasa lega tak bertemu dengannya.
Bergegas aku keluar dan bertemu dengan salah satu tetangga rumahku. “Akhirnya kau datang juga. Ibu mu telah meninggal dunia seminggu yang lalu”
“OH…”
Hanya perkataan itu yang bisa keluar dari mulutku. Sedikit pun tak ada rasa sedih di hatiku yang kurasakan saat mendengar ibuku telah meninggal. “Ini, sebelum meninggal, Ibumu memberikan surat ini untukmu”
Setelah menyerahkan surat ia segera bergegas pergi. Ku buka lembar surat yang sudah kucal itu.
Untuk anakku yang sangat Aku cintai,
Anakku yang kucintai aku tahu kau sangat membenciku. Tapi Ibu senang sekali waktu mendengar kabar bahwa akan ada reuni disekolahmu.
Aku berharap agar aku bisa melihatmu sekali lagi. karena aku yakin kau akan datang ke acara Reuni tersebut. Sejujurnya ibu sangat merindukanmu, teramat dalam sehingga setiap malam Aku hanya bisa menangis sambil memandangi fotomu satu-satunya yang ibu punya. Ibu tak pernah lupa untuk mendoakan kebahagiaanmu, agar kau bisa sukses dan melihat dunia luas. Asal kau tau saja anakku tersayang, sejujurnya mata yang kau pakai untuk melihat dunia luas itu salah satunya adalah mataku yang selalu membuatmu malu. Mataku yang kuberikan padamu waktu kau kecil. Waktu itu kau dan Ayah mu mengalami kecelakaan yang hebat, tetapi Ayahmu meninggal, sedangkan mata kananmu mengalami kebutaan. Aku tak tega anak tersayangku ini hidup dan tumbuh dengan mata yang cacat maka aku berikan satu mataku ini untukmu. Sekarang aku bangga padamu karena kau bisa meraih apa yang kau inginkan dan cita-citakan. Dan akupun sangat bahagia bisa melihat dunia luas dengan mataku yang aku berikan untukmu. Saat aku menulis surat ini, aku masih berharap bisa melihatmu untuk yang terakhir kalinya, Tapi aku rasa itu tidak mungkin, karena aku yakin maut sudah di depan mataku.
Peluk cium dari Ibumu tercinta
Bak petir di siang bolong yang menghantam seluruh saraf-sarafku, Aku terdiam! Baru kusadari bahwa yang membuatku malu sebenarnya bukan ibuku, tetapi diriku sendiri….
~ Sesuatu Yang Perlu Kita Renungkan (sebuah feature) ~
Ada seorang wanita yang hidup sendirian karena suaminya sudah meninggal. Wanita itu lalu hidup bersama anak laki-lakinya dan menantunya serta gadis kecil mereka.
Setiap hari, penglihatan wanita itu semakin buram dan pendengarannya semakin buruk. Terkadang saat makan malam, tangan wanita itu gemetar sehingga menjatuhkan sendok yang dipegangnya dan menumpahkan sup sehingga mengotori meja makan. Anak laki2nya dan isterinya sangat marah dan kesal dengan hal itu.
Suatu hari, saat wanita itu menumpahkan segelas susu, anak laki2nya dan isterinya tidak bisa menahan kesabaran mereka lagi. Mereka lalu menyediakan satu set meja dan kursi di pojok ruangan dan menyuruh ibu mereka untuk makan di sana. Wanita tua itu lalu duduk sendirian di sana, melihat ke arah anak dan menantunya yang berada di seberang ruangan dengan perasaan sedih sambil menangis. Anak dan menantunya terkadang menyapa ibu mereka saat mereka makan, tapi lebih banyak mendiamkannya.
Suatu sore, sesaat sebelum makan malam, cucu si wanita tua nampak sibuk bermain di lantai dan membuat sesuatu dengan balok-balok kayu mainannya. Ayahnya bertanya apa yang sedang ia buat. “Aku membuat sebuah meja kecil untuk ayah dan ibu,” gadis kecil itu tersenyum, “jadi ayah dapat makan di meja ini sendirian di pojok ruangan itu saat aku besar nanti.”
Ayah dan ibu gadis kecil itu seketika saling pandang dan tiba2 mereka menangis. Malam itu mereka akhirnya meminta ibu mereka untuk makan malam lagi bersama mereka di ruang makan utama. Mereka tak pernah merasa terganggu lagi dengan keberadaan ibu mereka.

NO-VEL I-NI BI-KIN KE-TA-GI-HAN Red Blood Ring~



Devont merasa pilihannya tepat. Melepas cincin demi menyelamatkan sang adik hingga akhirnya terdampar di London selama 16 tahun. Selama itu pula ia menyembunyikan status aslinya dari sang adik demi kehidupan normal yang jauh dari peperangan di dunia asalnya, dunia di mana manusia tidak menua, di mana mereka memiliki kekuatan pikiran dalam tubuhnya. Hingga akhirnya ia harus menghadapi fakta bahwa rakyat sudah tidak percaya lagi padanya.

Louise tidak menyangka bahwa ternyata ia berasal dari dunia asing yang bahkan tidak tertanda di peta. Mendapati kenyataan bahwa ia tidak berasal dari keluarga biasa yang ia kenal selama ini sudah cukup membuatnya syok. Ditambah aneka peraturan dan pelajaran kerajaan yang membuatnya harus beradaptasi keras. Keadaan tetap tidak bertambah baik ketika ia tidak mengetahui kekuatannya sama sekali, sekalipun itu untuk menyelamatkan orang-orang di dekatnya.

Kini Devont Louise harus berjuang lebih keras melawan musuh lama yaitu Kerajaan Arvore. Demi nyawa mereka yang hampir melayang 16 tahun yang lalu. Demi gugurnya ribuan prajurti Kerajaan Cavakleash. Dan demi kematian orang yang paling mereka sayangi.

"AYAH MENGAPA AKU BERBEDA" Perjuangan Gadis Tuna Rungu

Sabtu, 21 Januari 2012


Diangkat dari novel yang berjudul sama karya Agnes Danovar, film AYAH MENGAPA AKU BERBEDA penuh dengan keprihatinan dan derai air mata. Dari awal film ini mengambil tema kesedihan. Angel (Dinda Hauw) terlahir sebagai seorang gadis tuna rungu. Hari lahirnya menjadi hari kematian ibunya. Kematian istri yang dicintai dan dikagumi, membuat ayah Angel, Suryo (Surya Saputra) terpuruk.
Kehidupan Angel dijalani bersama nenek (Rima Melati) dan ayahnya. Meskipun tuna rungu, Angel tumbuh menjadi gadis cantik, pintar, dan berbakat. Ia mempunyai bakat yang diturunkan oleh orangtuanya yaitu sebagai pianis. Sekolah tempatnya belajar, menyarankan agar Suryo menyekolahkan Angle ke sekolah umum agar bakatnya tidak sia-sia. Merekapun pindah ke Jakarta.
Di sekolah luar biasa, Angel tidak pernah merasa berbeda. Karena
selalu mendapatkan perlakuan yang sama dengan teman-temannya. Begitupun di rumah. Tapi di sekolah baru, ia merasa tak semua orang nyaman dengan keberadaannya. Tuna rungunya menjadi alasan Angel dibully oleh teman barunya di kelas, Maya. Namun, di kelas Angel juga bertemu Hendra, yang kemudian menjadi sahabat Angel. Ada juga Martin, cowok incaran Maya yang diam-diam lebih memperhatikan Angel.
Yang paling menyenangkan bagi Angel adalah adanya ibu guru musik yang mengetahui bakatnya bermain piano. Angel diajak langsung bergabung ke kelompok musik. Sialnya, Maya juga bergabung di kelompok musik yang sama. Tak terima Angel masuk sebagai saingan, Maya memojokkan Angel.
Perlakukan Maya terhadap Angel, membuat Suryo marah. Saat marah, ayah Angel mengalami masalah jantung. Pendapatan tak seberapa dari toko roti keluarga yang ia kelola, menghambat pengobatannya, sehingga Angel berusaha menambah penghasilan keluarga dengan menjadi pianis sebuah cafe. Di cafe inilah, ia merajut cinta dengan Ferly (Sinaga), pegawai cafe tersebut. Ferly menerima kekurangan Angel sebagai kelebihan, sehingga hati mereka mudah bersatu.
Suatu hari, Angel lolos seleksi kompetisi untuk tampil sebagai pianis di konser langsung di sebuah stasiun TV. Sayangnya, di hari-H, ayah Angel mendapat serangan jantung yang kesekian kalinya. Angel gamang untuk tetap berangkat atau menunggui ayahnya. Sesudah diyakinkan ayahnya, Angel berangkat. Namun, sebelum tampil Maya menganiaya Angel lagi. Maya merusak penampilan Angel tepat sebelum waktunya naik panggung. Saat orang-orang yang dikasihi meninggalkan Angel, ia hampir menyerah. Angel mencoba bertahan dengan kekurangan dan
kelebihan yang dikaruniakan Tuhan padanya.

Pangeran katak


Pada suatu waktu, hidup seorang raja yang mempunyai beberapa anak gadis yang cantik, tetapi anak gadisnya yang paling bungsulahwww.balita-anda.com-frogprince1 yang paling cantik. Ia memiliki wajah yang sangat cantik dan selalu terlihat bercahaya. Ia bernama Mary. Di dekat istana raja terdapat hutan yang luas serta lebat dan di bawah satu pohon limau yang sudah tua ada sebuah sumur. Suatu hari yang panas, Putri Mary pergi bermain menuju hutan dan duduk di tepi pancuran yang airnya sangat dingin. Ketika sudah bosan sang Putri mengambil sebuah bola emas kemudian melemparkannya tinggi-tinggi lalu ia tangkap kembali. Bermain lempar bola adalah mainan kegemarannya.
Namun, suatu ketika bola emas sang putri tidak bisa ditangkapnya. Bola itu kemudian jatuh ke tanah dan menggelinding ke arah telaga, mata sang putri terus melihat arah bola emasnya, bola terus bergulir hingga akhirnya lenyap di telaga yang dalam,Image sampai dasar telaga itu pun tak terlihat. Sang Putri pun mulai menangis. Semakin lama tangisannya makin keras. Ketika ia masih menangis, terdengar suara seseorang berbicara padanya,”Apa yang membuatmu bersedih tuan putri? Tangisan tuan Putri sangat membuat saya terharu… Sang Putri melihat ke sekeliling mencari darimana arah suara tersebut, ia hanya melihat seekor katak besar dengan muka yang jelek di permukaan air. “Oh… apakah engkau yang tadi berbicara katak? Aku menangis karena bola emasku jatuh ke dalam telaga”. “Berhentilah menangis”, kata sang katak. Aku bisa membantumu mengambil bola emasmu, tapi apakah yang akan kau berikan padaku nanti?”, lanjut sang katak.
“Apapun yang kau minta akan ku berikan, perhiasan dan mutiaraku, bahkan aku akan berikan mahkota emas yang aku pakai ini”, kata sang putri. Sang katak menjawab, “aku tidak mau perhiasan, mutiara bahkan mahkota emasmu, tapi aku ingin kau mau menjadi teman pasanganku dan mendampingimu makan, minum dan menemanimu tidur. Jika kau berjanji memenuhi semua keinginanku, aku akan mengambilkan bola emasmu kembali”, kata sang katak. “Baik, aku janji akan memenuhi semua keinginanmu jika kau berhasil membawa bola emasku kembali.” Sang putri berpikir, bagaimana mungkin seekor katak yang bisa berbicara dapat hidup di darat dalam waktu yang lama. Ia hanya bisa bermain di air bersama katak lainnya sambil bernyanyi. Setelah sang putri berjanji, sang katak segera menyelam ke dalam telaga dan dalam waktu singkat ia kembali ke permukaan sambil membawa bola emas di mulutnya kemudian melemparkannya ke tanah.
Sang Putri merasa sangat senang karena bola emasnya ia dapatkan kembali. Sang Putri menangkap bola emasnya dan kemudian berlari pulang. “Tunggu… tunggu,” kata sang katak. “Bawa aku bersamamu, aku tidak dapat berlari secepat dirimu”. Tapi percuma saja sang katak berteriak memanggil sang putri, ia tetap berlari meninggalkan sang katak. Image Sang katak merasa sangat sedih dan kembal ke telaga kembali. Keesokan harinya, ketika sang Putri sedang duduk bersama ayahnya sambil makan siang, terdengar suara lompatan ditangga marmer. Sesampainya di tangga paling atas, terdengar ketukan pintu dan tangisan,”Putri, putri… bukakan pintu untukku”. Sang putri bergegas menuju pintu. Tapi ketika ia membuka pintu, ternyata di hadapannya sudah ada sang katak. Karena kaget ia segera menutup pintu keras-keras. Ia kembali duduk di meja makan dan kelihatan ketakutan. Sang Raja yang melihat anaknya ketakutan bertanya pada putrinya,”Apa yang engkau takutkan putriku? Apakah ada raksasa yang akan membawamu pergi? “Bukan ayah, bukan seorang raksasa tapi seekor katak yang menjijikkan”, kata sang putri. “Apa yang ia inginkan dari?” tanya sang raja pada putrinya.
Kemudian sang putri bercerita kembali kejadian yang menimpanya kemarin. “Aku tidak pernah berpikir ia akan datang ke istana ini..”, kata sang Putri. Tidak berapa lama, terdengar ketukan di pintu lagi. “Putri…, putri, bukakan pintu untukku.Image Apakah kau lupa dengan ucapan mu di telaga kemarin?” Akhirnya sang Raja berkata pada putrinya,”apa saja yang telah engkau janjikan haruslah ditepati. Ayo, bukakan pintu untuknya”. Dengan langkah yang berat, sang putri bungsu membuka pintu, lalu sang katak segera masuk dang mengikuti sang putri sampai ke meja makan. “Angkat aku dan biarkan duduk di sebelahmu”, kata sang katak. Atas perintah Raja, pengawal menyiapkan piring untuk katak di samping Putri Mary. Sang katak segera menyantap makanan di piring itu dengan menjulurkan lidahnya yang panjang. “Wah, benar-benar tidak punya aturan. Melihatnya saja membuat perasaanku tidak enak,” kata Putri Mary.
Sang Putri bergegas lari ke kamarnya. Kini ia merasa lega bisa melepaskan diri dari sang katak. Namun, tiba-tiba, ketika hendakImagemembaringkan diri di tempat tidur…. “Kwoook!” ternyata sang katak sudah berada di atas tempat tidurnya. “Cukup katak! Meskipun aku sudah mengucapkan janji, tapi ini sudah keterlaluan!” Putri Mary sangat marah, lalu ia melemparkan katak itu ke lantai. Bruuk! Ajaib, tiba-tiba asap keluar dari tubuh katak. Dari dalam asap muncul seorang pangeran yang gagah. “Terima kasih Putri Mary… kau telah menyelamatkanku dari sihir seorang penyihir yang jahat. Karena kau telah melemparku, sihirnya lenyap dan aku kembali ke wujud semula.” Kata sang pangeran. “Maafkan aku karena telah mengingkari janji,” kata sang putri dengan penuh sesal. “Aku juga minta maaf. Aku sengaja membuatmu marah agar kau melemparkanku,” sahut sang Pangeran. Waktu berlalu begitu cepat. Akhirnya sang Pangeran dan Putri Mary mengikat janji setia dengan menikah dan merekapun hidup bahagia.
Pesan moral : Jangan pernah mempermainkan sebuah janji dan pikirkanlah dahulu janji-janji yang akan kita buat.

marsupilamikuuu=D eaeaea

Jumat, 20 Januari 2012












WHO IS HE?

kenalin cemans-cemans yang lagi aku rangkul dalam foto ini itu siapa kalo tau? hayoo coba tebak? ntar aku kasih hadiah deh kalo bisa ngejawab. nggak ada kan? yauwes nggak tak kasih :p
kenalkan dia ayahku cemans-cemans. sosok orang yang aku banggain. pak dodo namanya, lucukan? haha seperti beliau. muka boleh sangar, tapi komedian lah yang ia selalu berikan kepadaku, adekku dan ibuku tercinta. ayah memang terlalu sangat amat cuek tapi ia sosok orang yang sayang keluarga
aku kangen ayah. kangeen. biasanya tuh suka ngopi bareng gitu. sekarang? cuma aku doang yg hobby minum kopi.
ayah memang tokoh utama yang selalu ngasih support ke aku, semangat pokoknya buanyak deh. nggak banyak ngatur pokoknya hidup dengan senyuman seperti ini :)

HaHa foto bareng sama sobat men :)

Kamis, 12 Januari 2012










waktu di dufan *nyolongnyolongwaktu*

katakan sesuatu tentang foto ini? HAHA ngakakbgt men;D
siapa lagi yah yang ngefoto? wakakkak ini foto waktu study tour tahun kemaren tepatnya dibulan Desember. lagi jalan bareng si dia, diajakin main bareng. jelas mauuu dong ya? secara getooh
disini aku nyari dia capek bgt, muter-muter. ketemunya di planet games, yah dasar bangeeett_-trus akhirnya main deh. oh iya sampek lupa si hanna aku tinggal wkw *dadainhanna~
nah trus abis itu aku sama si kiki muter-muter deh, cari wahana yg mau dinaikkin. nah ketemu deh kita di pontang-panting, pertamanya sih aku nggak mau, tapi karna ada dia sih langsung semangaatt. yaps, habis pontang-panting kita jalan-jalan lagi. binguuuung deh akunya mau naik apa, habis dideket kamu aja aku udah ngerasa naik Histeria kok hh
yaudah saking bingungnya cuma masuk kerumah jail, sama rumah ajaib. yah kalo tau dalemnya gimana beeehh nggak mau masuk. luarnya ngeri abis masuk isinya hahahapaan._.habis itu jalan lagiii. diperjalanan nggak ada yg namanya nggak ketawa, mesti ketawa. kamu sih cerita konyol sekale, ngocok perut deh jadinya huahha eehh trus ditawarin minum deh saking capeknya. abis itu aku dicubitin sama si kiki, tau nggak rasanya gimana? tau nggaaak? sakiiiitt.. nyubitnya kecil biyanget. akunya juga nggak mau diem aja dong, nyubit dia balik meskipun nggak berasa cubitanku.
trus ya masak ada acara ninggal aku segala kok piye. dia ijin mau ketoilet habis itu aku ditinggal. aaaa nakal banget sih ya mintak jewer bener kok. trus yee dia baru inget, trus nyamperin aku. hahaha nasib gueeehh-_-abis itu pulang deh, jalan bareng. pada digodain kurang ajar banget yaaak uuouoo
ILYSM deh (˘⌣˘)ε˘`)

nyonya nyonya cantek wkw *tutupmata*

Kamis, 05 Januari 2012


Tentang Kamu :3

karna kamu adalah semangatku. Alasanku untuk cepat-cepat sekolah. pengingatku untuk tetap tersenyum :)
ini semboyan aku semenjak kamu ada disamping aku. menemani aku dihari-hariku disisa-sisa hidupku. kamu sosok seorang cowok yang menurutku nggak pernah aku bayangkan. kamu datang ke aku lalu memikatku begitu saja. sungguh, aku suka caramu, sikapmu, tingkahmu, semua tentang kamu :) aku nggak pernah nilai kamu hanya dengan yang bisa dilihat oleh kedua mata ini. tapi, yang bisa diliat oleh hati. Aku seneng bisa kenal sama kamu, dan sampai saat ini kita masih bisa bersama *amin*
selama lima bulan ini, aku telah mengenalmu. kamu yang kocak, aneh, anaknya celat, menarik, bikin gemes, kadang bikin hiiiihh nyebelinnya minta ampun, ngebuat aku BM, trus nakaaall.. seperti itulah kamu dimata aku. aku nggak bisa nahan tawa kalo deket sama kamu. kamu selalu bikin hal-hal kocak kalo kita lagi sama-sama. trus, kamu minta nyanyiin aku sebuah lagu apa aja. dan aku nanyi ini lagu buat kamu. mau tau nggak gimana liriknya? mau tau? mau tauuu? ini diaa.. "Maafkan aku yg tak sempurna. sampai kapan pun itu aku tetap begini. ku hanya ingin tuk selalu menjadi yg terbaik untukmu" haha maluuu banget nih ._. lah ternyata dia tutup kuping yeee
harihari kita jalani bersama. liat basket kalo kamu lagi ekstra itu udah jadi kebiasaanku kini. jadi penyemangatmu waktu basket. seenggaknya aku luangin waktu bentar buat nemenin kamu, dear:)
trus kita pernah hujan-hujan bareng, cubit-cubitan pipi sama tangan, injek-injekan sepatu, ketawa-ketawa bareng, kamu yang nyuapin ice cream, gombal-gombal gitu, ngedongengin aku, muter-muter nggak jelas, makan bareng, jalan bareng, naik wahana bareng, kocak-kocakkan yang bikin perut jadi sakit gara-gara katawa terus.
inilah dia tentang my beloved one :))

Total Pageviews

Musicbox gaul gue syalala┌(˘⌣˘)ʃƪ(˘⌣˘)ʃ

Konata Izumi Dancing 2

Blogroll

contoh anak gaauul


tiktok gauuul sikasik

Cuteki

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts